Kamis, 04 Juli 2013

Legenda Danau Superior

Danau Superior atau Gitchigumi (yang berarti danau besar atau air besar) merupakan danau terbesar di dunia. Titik terdalamnya 1,333 kaki di bawah permukaan laut dengan rata2 suhu air 43 derajat F. Panjang 350 mil dan lebar hingga 160 mil. Tepi danau yang menakjubkan ini sangat kaya, berliku, eksotis dan mempesona. Tebing-tebing terjal menjulang mengelilingi tepi danau. Air begitu jernih sehingga batu koral dapat terlihat jauh dari kedalaman laut. Danau ini sering diselimuti lapisan tebal kabut, yang disebut napas naga. Untuk mengunjungi dan menikmati waktu untuk bermeditasi di danau ini memang merupakan suatu ‘anugerah’ khusus. Sangat sedikit orang dapat menahan energi misterius yang terpancar dari dalam sana. Inilah dua legenda yang memiliki keterkaitan erat dengan Danau Superior.

Michi Peshu

Mishi Peshu atau Mishipashoo adalah makhluk seperti lynx laut besar (binatang buas yang mirip harimau) yang tinggal di kedalaman Gitchigumi (sebutan untuk Danau Superior). Cerita ini diperoleh dari Anishinabe, sebutan untuk penduduk asli suku Odawa dan Ojibwe di Kanada. Mishi Peshu merupakan kiasan yang mewakili kekuatan, misteri dan bahaya yang berasal dari perairan suci. Dengan cakar yang menyerupai pisau cukur di punggungnya, wajah seekor lynx atau harimau, dan tubuh ular laut, makhluk ini menginginkan sebuah penghormatan. Para Anishinabe biasanya memberikan tembakau dan doa kepada makhluk roh ini sebelum mereka memulai melaut, karena perairan tenang Danau Superior dapat dengan cepat berubah menjadi badai mengamuk dan gelombang besar serta angin ribut yang sering tiba-tiba muncul. Angin kencang ini dapat menyapu seluruh permukaan air, menyebabkan gelombang besar, bahkan sampai 40 meter.


Piktogram Mishi Peshu
Sumber : http://rockartblog.blogspot.com/2012/08/michi-peshu-at-agawa-rock-lake-superior.html

Gambar piktogram dari Mishi Peshu di atas tersebut dapat ditemukan di beberapa daerah di sekitar Great Lakes. Salah satunya ditemukan di Agawa Bay, Danau Superior National Park, di utara Ontario, sebelah utara Sault Ste.Marie. Masyarakat Midewiwin menyatakan bahwa pada tahun 1850, piktogram tersebut dilukis oleh dukun Anishinabe, merepresentasikan penyeberangan 4 hari yang heroik menyeberangi Danau Superior oleh pihak-pihak yang melakukan peperangan, berjumlah dari lima kano. Dukun tersebut diyakini seorang dukun suku bernama Myeengun yang berarti "Serigala." Foto-foto tersebut dilukis menggunakan oker merah, pigmen yang terbuat dari bijih besi yang disebut hematit dan dicampur dengan mineral lempung, menjadikannya lukisan seni paling terkenal di Kanada.

Legenda Raksasa Tidur

Di sebuah pulau di luar Thunder Bay, yang sekarang dikenal sebagai "Isle Royale", hiduplah suku besar dari suku asli Ojibwe. Karena kesetiaan mereka kepada Roh Agung, dan cara hidup mereka yang damai dan tekun, Nanabijou, Roh Agung, memutuskan untuk memberi mereka penghargaan. Suatu hari ia memanggil pemimpin besar Ojibwe yang terletak di gunung dan memperingatkan bahwa jika dia menceritakan rahasia itu kepada orang kulit putih, maka dia akan berubah menjadi batu. Pemimpin tersebut berjanji tidak akan melakukannya, dan Nanabijou menceritakan rahasia tentang tambang perak yang kaya, yang sekarang dikenal sebagai "Silver Islet". Roh Agung menyuruhnya pergi ke titik tertinggi di Thunder Cape, dan di sini ia akan menemukan pintu masuk ke terowongan yang akan membawanya ke pusat tambang.

Akhirnya pemimpin besar Ojibwe dan anak buahnya menemukan tambang itu, di mana pada akhirnya Ojibwe menjadi terkenal karena ornamen perak mereka yang indah. Begitu indahnya, sehingga Prajurit Sioux, melihat banyak anak buahnya yang kalah dan terluka, berusaha untuk menyelidiki rahasia Ojibwe. Namun, penyiksaan dan bahkan kematian telah gagal membuat Ojibwe yang gagah berani membocorkan rahasia mereka. kepala suku Sioux pun harus memikirkan skema lain untuk menemukan sumber dari perak Ojibwe. Suatu hari, kepala suku Sioux memanggil prajurit yang paling licik untuk menyusun rencana.

Para prajurit memasuki kamp Ojibwe dengan menyamar sebagai salah satu dari mereka. Dalam beberapa hari, Ia berhasil mempelajari rahasia dari pulau perak. Ia pergi ke tambang di malam hari demi mengambil beberapa potongan besar logam mulia untuk membuktikan kepada kepala suku Sioux bahwa ia telah memenuhi misinya. Namun, prajurit tersebut tidak pernah kembali lagi ke kampnya, karena pada saat dalam perjalanan kembali, ia berhenti di sebuah pos pedagang kulit putih untuk membeli beberapa makanan. Karena tidak memiliki uang untuk membayar barang, ia menggunakan sepotong perak yang telah dia curi. Melihat sepotong besar logam mengilat, dua pria kulit putih berusaha untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan sumber perak tersebut, untuk membuat diri mereka kaya raya. Setelah mencekoki si prajurit Sioux dengan alkohol, mereka membujuknya untuk menunjukkan jalan ke pertambangan.

Ketika hampir sampai di "Silver Islet", badai hebat melanda Cape. Orang kulit putih tersebut tenggelam dan si prajurit Sioux ditemukan dalam kondisi gila, sedang mengambang tanpa tujuan di kanonya, tetapi hal yang paling luar biasa yang telah terjadi selama badai adalah telah terbukanya jalan ke teluk, yang sekarang terbaring sosok pria besar yang tertidur.

Peringatan Roh Agung itu telah terpenuhi dan ia telah berubah menjadi batu. Di pulau kecil di kaki Raksasa Tidur (Sekeping Ganti), masih dapat dilihat corong yang sebagian terendam yang dulunya tambang perak terkaya di barat laut.

Oleh : Kristalia Stella Maries
Referensi : http://www.chi-manidoo.com/gichigami2.html
Gidmark, Jill, 2001, Encyclopedia of American literature of the sea and Great Lakes pg.17, New York, Greenwood Publishing


Related Posts :