Sabtu, 29 Maret 2014

Danau Pagaralam, Danau Merah Darah dari Bengkulu

Jika pada artikel sebelumnya penulis mengajak anda mengenal danau Hilier, danau merah muda dari Australia, maka artikel kali ini merupakan ulasan dari salah satu danau unik yang ada di Indonesia, tepatnya di Provinsi Bengkulu. Yang keeksotisannya tidak kalah menarik dengan danau Hilier, Australia.

Membandingkan danau Hilier di Australia dengan air danaunya yang berwarna merah muda, begitu jugalah danau di Bengkulu ini, sama-sama memiliki warna air danau yang tak biasa, dengan air danau yang berwarna merah darah. Selain itu, jika pada danau Hilier air danau merah muda tidak mengalami perubahan warna apabila diangkat atau diambil, sementara warna merah darah pada danau yang terdapat di Bengkulu akan mengalami perubahan warna apabila diangkat yaitu warnanya menjadi bening seperti air biasa.

Keunikan dari danau ini sendiri baru diketahui atau ditemukan pada tahun 2010 lalu, ketika ada rombongan warga setempat melakukan ekspedisi di kawasan Rimbacandi. Ekspedisi dilakukan dengan melewati kawasan tebing, hutan, perbukitan hingga akhirnya sampai menemukan danau berwarna merah darah ini.

Letak spesifik danau ini berada di kawasan perbukitan Raja Mandare, yang merupakan perbatasan antara kota Pagaralam dan Kaur, di Provinsi Bengkulu. Karena berbatasan dengan kota Pagaralam, sebagian mengenal danau ini dengan menyebutnya danau Pagaralam.

Danau pagaralam memiliki luas sekitar 6 hektar, untuk dapat sampai ke danau ini membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 hari perjalanan dari pusat kota Bengkulu, dengan melewati daerah hutan, di kawasan bukit Ramcamdi, kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Selatan. Di kawasan ini memang dikenal masih bernuansa mistis dengan peninggalan sejarah yang cukup kental,seperti peninggalan sejarah berubah candi-candi zaman kerajaan .



Jangan heran bila nantinya menemui beberapa satwa langka di kawasan hutan sekitar danau Pagaralam ini, seperti kelabang berukuran raksasa dengan lebar 30 cm dan panjang 50 cm, kerbau yang pada telinga terdapat sarang lebah, atau burung-burung raksasa lainnya. Namun, burung-burung dan hewan lainnya di kawasan ini cukup jinak, untuk dapat melihatnya lebih jelas dan dekat kita bisa saja melakukannya, asalkan kita tidak mengeluarkan suara atau berbicara, karena hal itu dapat membuat mereka lari atau pergi.

Beberapa warga yang pernah mengunjungi tempat ini juga menemukan keanehan pada pohon-pohon yang ada di kawasan hutannya. Seolah pohon-pohon itu memiliki suatu tatanan wilayah tanahnya sendiri. Jika pohon-pohon itu tumbuh masih di wilayah tanah Basemah, Pagaralam, maka arah pohon kayu itu akan miring ke arah wilayah Pagaralam. Sebaliknya, jika pohon-pohon tersebut tumbuh di luar dari tanah kawasan Basemah, Pagaralam, maka arah pohon kayu akan miring membelakangi atau berlawanan dengan wilayah Basemah, Pagaralam.

Keanehan-keanehan yang tidak biasa itu tentunya menimbulkan tanda tanya. Ditambah lagi, menurut pengakuan beberapa warga, saat malam hari di dekat lokasi dari danau Pagaralam ini sering tercium aroma pandan. Entah dari mana asalnya, tapi yang jelas di kawasan sekitar Rimbacandi memang dikenal warga setempat masih menyimpan banyak misteri hingga saat ini.

Oleh : Roma Doni
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Referensi dan gambar :
http://teknologitinggi.wordpress.com/2010/12/04/ditemukan-danau-berair-darah-di-bengkulu/


Related Posts :