Selasa, 30 Desember 2014

Mengenal Danau Kelimutu dengan Segala Keindahannya

Danau Kelimutu (Tiwu Kelimutu) sering disebut juga dengan danau 3 warna. Mengapa? Danau yang terletak di kawah puncak gunung Kelimutu tepatnya di pulau Flores, NTT, Indonesia ini ternyata dapat berubah menjadi 3 macam warna, yaitu merah, biru, dan putih. Namun, warna-warna tersebut tidak akan tetap sebab warna-warnanya akan berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Asal Usul Danau Kelimutu

“Kelimutu” sebenarnya berasal dari kata “keli” dan “mutu”. “Keli” yang artinya adalah gunung sedangkan “mutu” artinya mendidih. Danau Kelimutu yang terdiri dari 3 warna juga mempunyai artinya masing-masing untuk setiap warna. Danau Kelimutu yang berwarna biru atau disebut “Tiwa Nuwa Muri Koo Fai” oleh penduduk setempat merupakan tempat jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal berkumpul. Danau berwarna merah atau “Tiwa Ata Polo” yang merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa yang telah meninggal yang semasa hidupnya melakukan perbuatan jahat. Danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” yang merupakan tempat berkumpulnya jiwa para orang tua yang telah meninggal. Penduduk setempat sangat meyakini akan makna ketiga warna di danau ini dan mereka percaya bahwa pada saat danau berganti warna, mereka harus memberikan sesajen di danau itu.


Gambar 1. Danau Kelimutu

Pada mulanya daerah ini belum ditemukan oleh orang-orang. Sampai pada akhirnya daerah ini ditemukan oleh lio Van Such Telen, warga Negara Bapak Belanda Mama Lio, sekitar tahun 1915. Namun, keindahan dan pesona daerah ini belum banyak diketahui orang. Keindahan dan pesonanya baru dikenal oleh publik ketika Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya sekitar tahun 1929. Sejak saat itu, para turis dan wisatawan mulai berdatangan ke daerah tersebut. Ada yang sekedar ingin menikmati keindahannya, ada juga yang benar-benar ingin meneliti kejadian yang amat langka itu.


Gambar 2. 3 Warna Danau Kelimutu

Mengunjungi Danau Kelimutu

Danau Kelimutu sangat cocok dikunjungi pada waktu pagi hari sekitar jam 3.30 pagi. Mengapa? Tentunya anda tidak ingin melewatkan suasana matahari terbit yang sangat indah di sekitar danau ini. Selain itu, mengunjungi danau Kelimutu lebih baik dilakukan sekitar bulan Juli dan Agustus.

Untuk masalah transportasi sendiri, mengunjungi danau Kelimutu tidaklah rumit. Kelimutu terletak di Desa Koanora, Kecamatan Wolowaru, sekitar 66 km dari kota Ende dan 83 km dari Maumere. Kota Moni merupakan kota yang terletak paling dekat dengan tujuan kita dan merupakan pintu gerbang untuk sampai ke Danau Kelimutu. Jarak yang ditempuh sekitar 15 km. Kita bisa membawa transportasi sendiri atau kalau tidak, terdapat bus dari Ende ke Maumere melewati kota Moni. Penduduk setempat menyebutnya dengan oto kol atau bus kayu.

Setelah kita sampai ke Danau Kelimutu, di sana sudah tersedia aneka jajanan kuliner seperti teh jahe, suvenir seperti kain tenun khas Flores, dan lain-lain. Selain itu, yang dapat membuat para wisatawan takjub adalah pesona hutan dengan flora endemik di sekitar danau Kelimutu. Endemik yang artinya flora-flora tersebut hanya tumbuh di sekitar danau tersebut dan jarang ditemukan di bagian lain Flores. Flora-flora tersebut contohnya pinus, edelweiss, kayu merah, dan lain-lain.

Perubahan warna-warna di danau Kelimutu juga tidak lepas dari mata para wisatawan. Perubahan warna tersebut sebenarnya disebabkan oleh perubahan susunan molekul gas di danau tersebut. Perubahan tersebut dapat terjadi dalam hitungan hari atau bahkan dalam hitungan jam.

Tentunya setelah mendengar berbagai keindahan danau Kelimutu di atas, sangat disayangkan jika pembaca yang hobinya berwisata tidak menyempatkan diri untuk berkunjung ke danau Kelimutu.

Oleh : Stevanus
Sumber:
http://www.indonesia.travel/id/destination/78/danau-kelimutu-petualangan-terbaik-di-flores
http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kelimutu
Gambar:
1. http://videoaneh.com
2. http:// gonjangganjing.com


Related Posts :