Jumat, 09 Desember 2016

Danau Satonda, Danau Unik di Nusa Tenggara yang Terlewatkan

Mendengar Nusa Tenggara yang terlintas mengenai wisatanya pasti Rinjani, Pulau Komodo atau pantainya yang indah. Masih sangat jarang sekali orang mengenal dan tahu Danau Satonda. Padahal danau ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki danau lainnya. Keunikan Danau Satonda karena airnya yang asin bahkan melebihi air laut, di danau ini juga terdapat riak air yang seolah bergerak seiring pasang surutnya air laut yang berada di sekeliling Pulau Satonda, padahal jarak antara danau dan laut sekitar 3 km.


Gambar 1. Danau Satonda dari atas

Belum diketahui pasti, bagaimana air di Danau Satonda ini bisa berasa asin. Namun seperti danau vulkanik pada umumnya, danau ini terbentuk ribuan tahun lalu dari letusan Gunung Satonda, yang berumur lebih tua dibanding Gunung Tambora. Ada banyak pendapat mengenai sumber atau penyebab rasa asin danau ini, diantaranya karena tercampur dengan luapan air laut yang terperangkap di danau saat Gunung Tambora meletus. Hal ini mungkin karena pada saat itu Gunung Tambora meletus dengan sangat dahsyat yang memungkinkan gelombang tsunami, dan mengingat letak danau yang dekat dengan Gunung Tambora. Pendapat lain mengungkapkan kalau dulunya air di Danau Satonda tawar, dilihat dari gambut di bawah endapan menyerupai mineral laut di pinggir danau. Namun danau ini dibanjiri dengan air laut yang merembes melalui sela dinding kawah yang runtuh.

Danau Satonda [Image source]
Gambar 2. Danau Satonda

Selain itu di Danau Satonda ditemukan stromatolit yaitu struktur terumbu yang tersusun oleh mikroba bakteri dan ganggang yang banyak ditemukan pada zaman purba, di mana material tersebut sudah tidak pernah ditemukan lagi. Bahkan dikatakan pula, bahwa terumbu karang di danau ini memiliki kandungan minyak dan gas bumi.

Danau Satonda berada di Pulau Satonda, Desa Nangamiro, Kabupaten Dompu, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan luasnya kira-kira 2,5 km. Apabila ingin melihat secara langsung keunikan Danau Satonda ini bisa dengan mulai perjalanan dari Sumbawa Besar ke Desa Nangamiro, jarak tempuhnya sekitar 8 jam atau dari Dompu dengan jarak 5 jam. Bila sudah, perjalanan bisa dilanjutkan menuju pelabuhan Nangamiro, untuk kemudian menggunakan perahu ke Pulau Satonda sekitar 1 jam. Jika beruntung saat perjalanan laut, pengunjung bisa melihat aksi lumba-lumba yang melintasi perairan Laut Flores. Bila sudah sampai di Pulau Satonda dan ingin menuju danau, pengunjung bisa menyusuri anak tangga yang telah dibuat untuk memudahkan akses.

Sesampainya di danau pengunjung akan disuguhi pemandangan yang indah, karena danau ini masih alami, bersih, tenang dan dikelilingi pohon-pohon yang hijau. Pemandangan yang tak kalah unik di Danau Satonda adalah adanya Pohon Kalibuda yang berbuah “batu” atau Pohon Harapan. Batu-batu dan benda yang ada, sengaja digantung para pengunjung karena dipercaya pohon tersebut bisa mengabulkan doa atau harapan dengan cara menggantungkan apapun yang dimiliki.

Pohon Harapan [Image source]
Gambar 3. Pohon Kalibuda atau Pohon Harapan

Oleh : Novita Prahastiwi

Sumber:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Satonda
2. http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150414142554-269-46562/danau-ajaib-di-bumi-nusa-tenggara-barat/
3. https://gembolransel.com/2016/01/29/pulau-satonda/

Sumber Gambar:
1. http://www.bintang.com/lifestyle/read/2366731/satonda-keajaiban-danau-air-asin-di-nusa-tenggara
2. http://travelingyuk.com/wisata-pulau-satonda/13409/


Related Posts :