Senin, 12 Desember 2016

Misteri Danau Pagar Alam

Pada 2010, serombongan masyarakat yang berwisata ke areal bukit Raja Mandere, suatu bukit di Bengkulu, tak sengaja menemukan sebuah danau yang lain daripada yang lain. Air danau dengan luas sekitar enam hektare tersebut tak tampak seperti air danau pada umumnya. Air danau yang dikelilingi pepohonan ini berwarna merah seperti halnya warna darah. Menariknya, saat air diambil dari danau, air berwarna jernih seperti air pada umumnya. Nah, karena keberadaan danau ini tak jauh dari kota Pagar Alam, danau ini dinamakan Danau Pagar Alam.


Gambar 1. Danau Pagar Alam.

Jelas saja, karena air danau berwarna merah dan berubah warna saat diambil, mengundang tanda tanya masyarakat setempat. Dan juga, menjadikan danau ini terlihat begitu mistis. Lalu, mengapa air danau berwarna merah seperti warna darah? Hingga saat ini, belum ada penelitian mengenai mengapa air danau berwarna merah darah. Karenanya, danau ini begitu kental dengan hal-hal mistis. Nah, selain air danau yang berwarna merah, hal lainnya yang membuat Danau Pagar Alam terasa begitu mistis yaitu terciumnya aroma pandan saat malam dan ditemukannya spesies yang terlihat begitu aneh. Misalnya, kelabang berukuran sekitar 50 centimer.

Walaupun air danau berwarna merah sehingga menjadikan danau ini begitu mistis, air danau ini pun menjadikan danau ini terlihat begitu eksotis dipandang mata. Ditambah lagi, letak danau yang dikelilingi pepohonan dan suasana alam yang masih segar dan asri.

Kisah Kiai Subroto dan Asal Usul Danau Pagaralam
Memang, seperti yang sudah disebutkan, belum ada penelitian mengenai terbentuknya danau ini. Akan tetapi, kita bisa mengetahui asal usul danau ini dari cerita turun menurun masyarakat setempat. Menurut cerita turun menurun masyarakat setempat, yaitu Masyarakat Besemah, Danau Pagar Alam berhubungan dengan mitos kematian Kiai Subroto dan pasukannya.

Nah, seperti apa mitos tersebut? Konon, pada zaman dahulu kala, Kiai Subroto dan pasukannya datang ke desa Candi Rimba, untuk menyebarkan Agama Islam. Desa ini berlokasi 22 kilometer dari danau Pagar Alam. Nah, karena kehadiran Kiai Subroto dan pasukannya mengancam kerajaan yang berkuasa saat itu, Kiai Subroto dan pasukannya dikejar-kejar oleh pasukan kerajaan hingga tertangkap di daerah yang saat ini menjadi areal Danau Pagar Alam. Di areal ini, Kiai Subroto dan pasukannya dibantai sadis oleh pasukan kerajaan. Jasad dan darah mereka lalu bercampur dengan air di sekitarnya. Saat danau mulai terbentuk, air yang telah bercampur jasad dan darah mereka mengisi kolam danau. Inilah sebabnya, menurut cerita turun menurun masyarakat setempat, penyebab air danau berwarna merah darah.

Perjalanan Menuju Danau Pagar Alam
Bila ingin berwisata ke Danau Pagar Alam, sangat membutuhkan kesabaran ekstra. Sebabnya, perjalanan menuju danau ini sangat menguras tenaga. Sebabnya, jalan menuju danau ini masih terjal karena berbatu-batu. Tentu saja, karena masih belum tersentuh. Ditambah lagi, waktu perjalanan yang cukup lama yaitu sehari. Akan tetapi, lamanya dan kerasnya perjalanan akan dibayar dengan keindahan pesona Danau Pagar Alam.

Walaupun Danau Pagar Alam sangat ‘berbau’ mistis, danau ini menawarkan pesona keindahan tersendiri. Nah, tertarik mengunjungi Danau Pagar Alam?

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber gambar:
1.http://media-cache-ec0.pinimg.com/736x/f4/5e/62/f45e621593d2627db0cd20fa9cf0caf4.jpg


Related Posts :