Selasa, 24 Januari 2017

Unik, Dermaga Terapung di Atas Danau Iseo, Italia

Selama ini orang menggunakan kapal atau sampan ketika hendak menelusuri keindahan sebuah danau. Tapi di Italia, ada sebuah danau yang cukup unik. Kita bisa berjalan di atas danau untuk menikmati keindahan sekelilingnya. Tanpa bantuan kapal atau pun sampan, kita dapat berjalan untuk berada di tengah danau. Tentu hal itu bukan karena adanya kekuatan magis, melainkan adanya dermaga terapung yang dibangun di atas danau tersebut.


Gambar 1. Dermaga Terapung di Atas Danau Iseo

Ini adalah pemandangan yang tidak biasa. Umumnya dermaga dibangun di tepian perairan, baik pada danau maupun laut. Akan tetapi, di danau Iseo ini, dermaga dibangun sampai memanjang ke wilayah tengah danau. Dengan keberadaan dermaga terapung itu, wisatawan bisa merasakan sensasi berjalan di atas danau. Adalah atas inisiasi dua orang seniman bernama Christo dan Jeanne Claude yang membangun dermaga terapung tersebut di atas danau Iseo. Dengan lebar 16 meter dan membentang hingga sejauh tiga kilometer, dermaga terapung itu mampu menampung banyak wisatawan.

Instalasi dermaga terapung itu menghubungkan antara dua pulau yang terdapat di danau Iseo. Jadi, alur dermaga terapung itu memiliki tujuan agar wisatawan dapat berpindah tempat menikmati keindahan danau dari pulau yang satu ke pulau yang lainnya. Kedua pulau yang dimaksud adalah pulau Monte Isola dan Pulau San Paolo. Meski pulau-pulau itu berukuran kecil, tapi di setiap pula terdapat bangunan perumahan yang bisa dijadikan tempat persinggahan. Ditambah lagi tumbuhnya pepohonan rimbun di atas pulau kecil tersebut membuat wisatawan merasa tertarik untuk menelusuri keberadaan pulau-pulau itu dengan melintasi dermaga terapung di atas danau.


Gambar 2. Keindahan salah satu pulau di Danau Iseo

Dermaga terapung yang dibangun oleh Christo dan Jeanne Claude ini terbuat dari sebanyak 200 ribu kubus dilapisi oleh karet berwarna kuning emas. Menghasilkan pola yang indah jika disaksikan dari atas atau ketinggian. Dengan ukuran dermaga terapung yang tergolong besar dan panjang itu, bisa dipastikan tidak sedikit biaya yang mesti dikeluarkan dalam proses pembangunannya.

Benar saja, proyek itu menghabiskan biaya 15 juta Euro atau sekitar Rp 226 milyar. Tapi siapa yang menyangka, proyek pembangunan dermaga terapung itu justru memakai dana pribadi kedua seniman tersebut. Menariknya lagi, mereka tidak mengenakan biaya atau semacam tiket masuk bagi wisatawan yang hendak memakai fasilitas itu. Padahal bisa saja mereka memperoleh keuntungan yang besar, mengingat fasilitas yang dibangun memiliki peminat yang sangat tinggi dari wisatawan.

Tercatat dalam lima hari paska dibukanya dermaga terapung tersebut pada 18 Juni lalu, sekitar 270 ribu wisatawan berdatangan untuk mencoba sensasi berjalan-jalan di atas danau Iseo. Pada hari weekend dan libur, seperti sabtu dan minggu, pengunjung yang datang bisa mencapai 55 ribu pengunjung. Bahkan akibat banyaknya pengunjung yang memadati dermaga terapung itu sampai membuat lapisan karet berwarna kuning pada dermaga itu robek.


Gambar 3. Wisatawan Memadati Dermaga Terapung Danau Iseo

Sayangnya keberadaan dermaga terapung yang menjadi keunikan danau Iseo itu tidak bersifat permanen. Sengaja instalasi dilakukan oleh kedua seniman itu bersifat temporer atau sementara sebagai proyek pameran bertemakan “The Floating Piers” atas karya mereka. Belum diketahui pasti apakah saat ini masih ditemui dermaga terapung di atas danau Iseo atau keberadaan dermaga terapung itu telah diubah dalam bentuk yang lain. Maka itu, bila ingin berkunjung ke sana disarankan bagi Anda untuk memastikannya terlebih dahulu.

Oleh: Roma Doni
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://lifestyle.okezone.com/read/2016/06/21/406/1421037/ribuan-turis-berjalan-di-atas-air-danau-italia
2. http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00118351.html
Sumber Gambar:
1. http://travel.detik.com/read/2016/06/29/071506/3244456/1382/keren-italia-punya-dermaga-terapung-di-atas-danau
2. http://log.viva.co.id/news/read/792681-instalasi-seni-berupa-dermaga-apung-yang-keren-di-italia
3. http://travel.detik.com/read/2016/06/29/071506/3244456/1382/keren-italia-punya-dermaga-terapung-di-atas-danau


Related Posts :