Jumat, 17 Februari 2017

Danau Nong Han, Danau dengan Ribuan Bunga Teratai yang Indah

Bila permukaan danau Spirit di Washington, Amerika menjadi kehilangan daya tariknya akibat keberadaan jutaan batang pohon mati mengambang di atasnya, lain hal yang terjadi pada danau Nong Han di Thailand ini. Pada danau Nong Han, apa yang terdapat pada permukaan danaunya justru merupakan daya tarik utama. Betapa tidak, ada ribuan bunga teratai yang bermekaran indah memenuhi permukaan danau Nong Han. Kondisi itu membuat danau terlihat sangat memikat. Warna pink cerah pada bunga teratai yang bermekaran menimbulkan kesan romantis pada danau ini.


Gambar 1. Permukaan Danau Nong Han

Nama lengkap danau ini adalah Nong Han Kumphawapi, sebagian ada yang menyebutnya lautan lotus (teratai) merah. Kumphawapi merupakan nama sebuah kota di provinsi Udon Thani, Thailand sekaligus tempat di mana lokasi danau Nong Han berada. Pada lokasi yang dimaksud, danau Nong Han menempati area wilayah yang sangat luas, yaitu 8.000 hektare. Dengan area seluas itu danau ini tidak memiliki kedalaman yang signifikan. Bahkan pada sebagian besar danau hanya berkedalaman tidak lebih dari satu meter. Makanya danau ini tidak bisa digunakan untuk berenang atau pun hendak melakukan penyelaman. Tapi jika untuk sekadar menelusuri danau menggunakan sampan khas buatan nelayan daerah itu, masih bisa melaju dengan baik.


Gambar 2. Nelayan menangkap ikan di danau Nong Han

Adanya ribuan bunga teratai di permukaan danau ternyata memancing keberadaan burung Bangau. Dengan kedalaman yang dangkal, burung Bangau sangat suka bermain di danau ini terutama untuk menangkap ikan. Keberadaan burung Bangau semakin menambah indah pemandangan danau Nong Han dengan ribuan teratai berwarna pink bermekaran itu. Tapi perlu diketahui, pemandangan kesempurnaan danau dengan ribuan bunga teratai yang bermekaran tidak bisa dinikmati sepanjang tahun. Bunga teratai hanya akan bermekaran diantara bulan November hingga Maret. Bulan Desember disebut sebagai waktu yang paling tepat untuk melihat pemandangan bunga teratai yang bermekaraan tersebut.


Gambar 3. Danau Nong Han jadi tempat favorit burung Bangau

Momen terbaik untuk mengabadikan keindahan danau Nong Han adalah pada pagi hari. Sebab pada saat itu bunga teratai masih sangat segar. Tentu kita juga bisa melihat proses bermekaran bunga teratai itu. Selain itu, aktivitas nelayan untuk menangkap ikan di danau Nong Han belum terlalu ramai. Jadi, kita bisa menikmati keindahan danau dengan tenang.

Kisah Legenda Danau Nong Han
Di balik keindahan danau Hong Han, ada sebuah legenda yang dikenal masyarakat sekitar tentang bagaimana asal-usul danau ini terbentuk. Dikisahkan, ada seorang putri raja yang sangat cantik bernama Nang Ai. Atas kecantikannya itu, banyak raja dan pangeran yang ingin menikahinya. Ayah sang putri, Maharaja Kom lantas mengadakan sayembara untuk memilih satu diantara banyak pelamar yang berdatangan. Dengan syarat, pelamar harus bisa membuat Bang Fai atau roket raksasa yang mampu terbang ke angkasa. Siapa yang mampu melakukan itu maka sang putri bersedia dipersunting sebagai istrinya.

Namun dari sekian banyak roket yang dihasilkan pada sayembara itu, hanya satu yang mampu terbang tinggi ke angkasa. Itu pun bukan milik dari pelamar melainkan roket kepunyaan paman Nang Ai sendiri. Sang raja Mahakom sangat kecewa dengan kenyataan itu, ia pun kemudian membatalkan sayembara pencarian jodoh bagi anaknya. Di sisi lain, salah seorang pelamar yakni pangeran Pangkhii sudah terlanjur jatuh hati pada sang putri. Keinginannya untuk mendapatkan sang Putri begitu kuat. Pangeran Pangkhii adalah anak dari Phaya Naik, seekor naga raksasa penguasa wilayah perairan.

Dengan kekuatan yang dimilikinya, pangeran Pangkhii merubah wujudnya menjadi seekor tupai putih agar bisa terus memandangi wanita yang dicintainya. Sangat disayangkan, sang putri malah ketakutan dengan wujud baru sang pangeran (tupai putih) yang seakan mengikutinya. Ia memerintahkan pemburu kerajaan untuk menangkap dan membunuh tupai putih tersebut. Tak butuh waktu lama, pangeran pangkhii pun terbunuh, tubuhnya yang masih berwujud tupai putih itu tertusuk panah pemburu kerajaan.

Secara ajaib tubuhnya yang telah mati tersebut berubah menjadi berukuran besar. Para pemburu kerajaan membawa daging Pangkhii yang bisa ditampung lebih dari 8000 gerobak itu untuk menjadi santapan bagi warga kerajaan, termasuk oleh Nang Ai. Mengetahui hal itu, Phaya Nak selaku ayah pangeran Pangkhii tak bisa menahan amarah. Bersama pasukannya ia pun menghancurkan wilayah kerajaan tempat raja Mahakom memerintah dan mengubahnya menjadi danau yang luas, dan danau Nong Han menjadi bagian diantaranya.

Oleh: Roma Doni
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160512203209-269-130384/mengunjungi-danau-cinta-tak-berbalas-di-thailand/
2. http://versesofuniverse.blogspot.co.id/2015/03/danau-dengan-ribuan-lotus.html
3. http://travel.detik.com/read/2016/06/06/184614/3226744/1520/usai-musim-hujan-danau-di-thailand-diserbu-teratai
Sumber Gambar:
1. http://unserenature.blogspot.co.id/2015/03/danau-dengan-ribuan-lotus.html
2. http://unserenature.blogspot.co.id/2015/03/danau-dengan-ribuan-lotus.html
3. http://unserenature.blogspot.co.id/2015/03/danau-dengan-ribuan-lotus.html


Related Posts :