Selasa, 14 Februari 2017

Danau Pingualuit, Danau yang Terbentuk Atas Jatuhnya Meteor

Proses terbentuknya salah satu danau yang terdapat di negara Kanada menarik perhatian. Danau Pingualuit jadi bukti sejarah bahwa benda angkasa pernah menghantam bumi sekitar 1,4 juta tahun yang lalu. Bagaimana tidak, danau tersebut merupakan danau yang terbentuk melalui proses yang sangat langka, yaitu atas jatuhnya sebuah meteor ke bumi. Meteor yang jatuh itu kemudian membentuk kawah yang luas dan lalu terisi oleh akumulasi air hujan dan salju. Disebutkan kekuatan meteor yang menghantam bumi itu 8.500 kali kekuatan bom atom Hiroshima.


Gambar 1. Danau Pingualuit, si danau Meteor

Dengan kekuatan hantaman meteor sedahsyat itu membentuk danau kawah berdiameter 3,44 km dan berkedalaman 400 meter, menjadikannya salah satu danau terdalam di Kanada. Berada di kawasan nasional Pingualuit, danau ini sempat mengalami beberapa kali pergantian nama. Awalnya danau ini diusulkan untuk memakai nama “Chubb Crater”. Chubb sendiri adalah nama seorang prospektor berlian dari Ontario, Federick W.Chubb yang mencoba melakukan ekspedisi ke danau ini bersama rekannya ahli geologi, V. Ben Meen.

Niatan mengunjungi danau tersebut bermula dari melihat foto-foto yang dipublikasikan ke publik setelah tahun 1950. Sebenarnya penemuan adanya danau kawah itu pertama kali diketahui oleh awak angkatan udara Amerika pada bulan Juni 1943, saat melakukan penerbangan untuk kegiatan meteorologi. Hanya saja, sampai tahun 1950 foto-foto hasil pengamatan keberadaan danau itu tidak dipublikasikan ke publik.

Nama “Chubb Crater” atau kawah Chubb atas permintaan Dewan Geographic Quebec diganti menjadi “New Quebec Crater”. Kemudian nama itu diubah lagi dengan “Pingualuit” pada tahun 1999 dan lantas menjadi bagian dari Taman Nasional Pingualuit. Pemakaian kata Pingualuit sendiri berasal dari bahasa suku Inuit yang artinya “Tempat tanah meninggi”.


Gambar 2. Bibir tepian danau Pingualuit menjulang tinggi

Kondisi Danau
Jika melihatnya dari ketinggian, tampak dengan jelas danau Pingualuit berbentuk bulat sempurna. Tapi jika menyaksikan agak lebih dekat terlihat kalau danau Pingualuit mempunyai bibir tepian yang menjulang cukup tinggi, yaitu 160 meter. Tidak ada sumber air utama yang mengaliri danau ini, hal itu membuat air danau Pingualuit menetap sepanjang tahun. Kelebihan dari keadaan itu adalah air danaunya pun menjadi sangat jernih, kita bisa menembus permukaan danau sejauh 35 meter ke dalam. Tapi dibalik kejernihannya, air danaunya juga memiliki kadar garam yang cukup tinggi, yaitu kurang dari 3 ppm.

Penyusutan pada air danau terjadi pada musim panas kala terjadi penguapan. Lalu akan terisi kembali saat hujan turun atau usai musim dingin ketika es mencair. Meskipun terletak di tengah gurun yang tandus, suhu udara di danau ini tergolong sangat dingin. Pada musim dingin nyaris seluruh daerah gurun akan tertutupi salju (es), tak terkecuali danau Pingualuit. Dalam kondisi itu, menemukan letak danau dari ketinggian menjadi lebih sulit. Tapi sedikit terbantu dengan bibir tepian danau yang cukup tinggi sehingga bisa dijadikan tanda lokasi danau berada.


Gambar 3. Kondisi danau Pingualuit saat musim dingin

Oleh: Roma Doni
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://versesofuniverse.blogspot.co.id/2013/12/kawah-meteor-pingualuit.html
2. http://segalainfo.com/10-cekungan-alam-paling-indah-di-dunia/
3. http://travel.detik.com/read/2013/06/14/141916/2273579/1383/danau-meteor-di-kanada-konon-yang-terjernih-di-dunia
Sumber Gambar:
1. http://versesofuniverse.blogspot.co.id/2013/12/kawah-meteor-pingualuit.html
2. http://versesofuniverse.blogspot.co.id/2013/12/kawah-meteor-pingualuit.html
3. http://versesofuniverse.blogspot.co.id/2013/12/kawah-meteor-pingualuit.html


Related Posts :