Rabu, 01 Maret 2017

Tubuh Mengapung Saat Berada Di Atas Air Danau Satonda

Lazimnya, saat berada di atas air danau, siapapun akan tenggelam bila tak dapat berenang. Nah, bila berada di atas air Danau Satonda, tubuh tak tenggelam. Dengan kata lain, tubuh akan mengapung meskipun berada di atas air danau. Inilah keunikan sekaligus ciri khas danau Satonda. Danau ini terletak di Pulau Satonda, pulau tak berpenghuni ini terletak di Sumbawa, Nusa Tenggara Timur.


Gambar 1. Tubuh Mengapung Di Atas Air Danau Satonda

Nah, mengapa tubuh tak tenggelam meskipun berada di atas air danau seluas sekitar 2.5 kilometer persegi tersebut? Sebabnya, yaitu kadar air danau yang begitu asin. Zat-zat asin yang berada di alam danau akan mendorong tubuh ke atas. Nah, terkait seberapa besar kadar asin air Danau Satonda, menurut dua ilmuwan Eropa bernama Stephan Kempe dan Josef Kazmierczk, kadar asin air Danau Satonda melebihi kadar asin air laut pada umumnya. Karena tingginya kadar asin, Stephan Kempe dan Josef Kazmierczk menyebut bahwa tingginya kadar asin Danau Satonda sebagai fenomena langka. Mereka berdua yang meneliti danau ini pada tahun 1984, 1988 1996 pun menyebutkan bahwa danau ini telah terbentuk 10.000 tahun lalu.


Gambar 2. Danau Satonda

Lalu, mengapa air Danau Satonda begitu asin hingga melebihi kadar asin air laut? Beberapa orang meyakini tingginya kadar asin air Danau Satonda diawali dari letusan Gunung Tambora yang dahsyat pada tahun 1815. Saat Gunung Tambora meletus dahsyat pada tahun 1815, menyebabkan tsunami hebat hingga membawa air laut bercampur dengan air danau. Sebelum menjadi air danau dengan kadar air asin yang begitu tinggi, Danau Satonda merupakan danau air tawar seperti danau air tawar pada umumnya. Nah, percampuran ini menyebabkan kadar asin yang begitu tinggi.

Nah, terkait mengapa air Danau Satonda selalu asin, jawaban pertanyaan ini masih menjadi misteri. Kemungkinan terlogis yaitu air Danau Satonda bersumber dari air laut yang berada di Pulau Satonda. Namun, bila ditelisik lebih dalam, air Danau Satonda tak mungkin berasal dari air laut. Sebabnya, jarak antara danau dengan laut sangat jauh. Jarak keduanya yaitu sekitar tiga kilometer. Dan juga, tak ada celah yang memungkinkan air laut mengalir ke Danau Satonda.

Selain keunikan tersebut, ada juga keunikan lainnya danau Satonda. Riak air danau mengikuti riak yang tampak pada air laut. Padahal, seperti yang sudah disebutkan, jarak keduanya cukup jauh yaitu berjarak tiga kilometer. Fenomena alam ini pun sangat langka. Danau Satonda pun ‘dikepung’ pepohonan rindang. Karenanya, menambah nuansa asri saat berada di di danau ini.

Demikian, keunikan-keunikan Danau Satonda. Karena keunikan-keunikan tersebut jarang ditemui di danau pada umumnya, tak salah menyebut Danau Satonda sebagai salah satu danau terunik dan terlangka di dunia. Nah, tertarik berwisata ke Danau Satonda?

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Referensi:
1. http://travel.kompas.com/read/2015/05/16/095200627/Danau.Air.Asin.di.Pulau.Satonda.Luar.Biasa.Indahnya.
2. http://travel.kompas.com/read/2015/05/16/095200627/Danau.Air.Asin.di.Pulau.Satonda.Luar.Biasa.Indahnya.

Sumber gambar:
1. https://www.beritalima.com/wp-content/uploads/2016/09/photo1.jpg
2. http://www.samawaseasidecottages.com/wp-content/uploads/2014/06/satonda-2.jpg


Related Posts :